Cara Menyimpan ASI Perah yang Baik dan Benar

Cara Menyimpan ASI Perah yang Baik dan Benar

Cara Menyimpan ASI : Tentunya sangat membingungkan jika harus bekerja saat menyusui, namun terdapat cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar sehingga ibu dapat bekerja dengan tenang dan si kecil tidak rewel karena kehausan. Hal ini tentunya sangat efektif dibandingkan harus memberikan anak susu formula, sebab ASI merupakan minuman yang baik dikonsumsi oleh bayi. Namun masih banyak ibu yang belum mengetahui bagaimana cara menyimpan ASI, sebab hal ini memberikan pengaruh yang besar terhadap kualitas ASI. Karena itu Anda tidak dapat asal dan sembarangan dalam menyimpannya, sebab ASI perah memiliki risiko tinggi terkena kontaminasi bakteri. Hal ini tentunya memberikan pengaruh yang besar terhadap kesehatan bayi, apalagi sistem imun bayi sangatlah rendah. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika si kecil dapat terkena penyakit berbahaya, tentunya hal ini tidak diinginkan oleh setiap ibu. Karena itu dalam menyimpan ASI perah haruslah steril agar terhindar dari kuman, apabila menggunakan bantuan alat pompa. Maka bersihkan dulu alat tersebut dan tidak lupa pula untuk mencuci tangan.

1. Menjaga kebersihan wadah penyimpanan

Kebersihan merupakan hal yang utama yang harus dijaga saat memerah ASI, terutama dalam menjaga kebersihan wadah penyimpanan ASI. Wadah penyimpanan ASI juga dapat Anda gunakan botol kaca, botol plastik yang tidak mengandung bahan berbahaya, atau kemasan plastik khusus untuk ASI. Namun hindarilah penggunaan kemasan plastik yang digunakan untuk keperluan sehari-hari karena tingkat risiko terkontaminasi bakterinya sangat besar. Karena itu sterilkan terlebih dahulu tempat tersebut dengan membekukannya, kemudian rendam pada air panas mendidih selama 5 hingga 10 menit.

Atau dapat juga menggunakan alat sterilisasi yang berbentuk elektrik, namun pada saat proses sterilisasi Anda harus perhatikan juga ketahanan wadah penyimpanan. Terutama pada botol kaca yang nanti akan direndam pada air yang mendidik karena berisiko besar untuk pecah, serta tidak lupa pula menjaga kebersihan tangan pada saat memerah dan menyimpan ASI agar tidak terkena bakteri.

Oleh sebab itu cuci tangan menggunakan sabun walaupun menggunakan pompa dan mencuci wadah penyimpanan sebelum disterilkan. Apabila ingin membekukan ASI maka segeralah masukkan ke dalam lemari pembeku, tetapi jangan isi penuh karena ASI akan mengembang pada saat membeku. Namun apabila menggunakan kemasan plastik maka tinggi risikonya untuk rusak, oleh sebab itu letakkan lagi ke dalam kotak kemasan sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Serta jangan lupa untuk memberikan label yang berisi tanggal saat ASI diperah, sehingga dapat mengonsumsi ASI yang telah lama diperah.

2. Memperhatikan waktu penyimpanan

Memperhatikan waktu penyimpanan merupakan cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar, karena itu sesuaikan penyimpanan ASI dengan penggunaannya. Apabila ASI tersebut digunakan untuk beberapa hari ke depan maka masukkan saja ke dalam kulkas agar tidak beku. ASI perah dapat bertahan lama tergantung pada suhunya, apabila meletakkan pada suhu 25 derajat celcius maka ASI hanya dapat bertahan 6 jam. Apabila ingin bertahan 24 jam maka simpan pada kotak pendingin ditambah dengan kantung es, jika ingin bertahan hingga 5 hari maka letakkan pada lemari pendingin dengan suhu 4 derajat celcius. Apabila ingin bertahan 6 bulan maka letakkan di freezzer pada suhu 18 derajat celcius di bawha titik beku 0 derajat, apabila Anda berencana membekukan ASI maka dapat kehilangan zat penting yang mampu mencegah infeksi pada bayi. Semakin lama waktu penyimpanan maka semakin banyak pula kandungan vitamin C yang hilang. Namun jika dibandingkan dengan susu formula maka ASI perah masih lebih baik.

3. Memilih tempat penyimpanan

Tempat penyimpanan merupakan hal utama yang harus diperhatikan oleh ibu, sebab tempat ini menentukan apakah ASI tersebut dapat diberikan kepada anak atau tidak. Beberapa tempat penyimpanan yang umumnya digunakan adalah lemari es, freezer, dan box pendingin. Apabila menggunakan lemari es maka aturlah suhu minimal 4 derajat celcius, dengan suhu seperti ini maka ASI dapat bertahan hingga 5 hari. Lemari es merupakan tempat yang bagus karena mampu mempertahannya kesegaran ASI, namun apabila suhu kurang dari 4 derajat celcius maka ASI hanya dapat bertahan hingga 3 hari.

Serta letakkan ASI pada tempat khusus, jangan diletakkan pada pintu karena dapat mudah terjatuh. Namun apabila Anda dalam keadaan mendesak maka gunakan saja frezeer yang merupakan alternatif terakhir. Sebab ASI yang disimpan pada tempat ini dapat mengurangi senyawa anti-bodinya sehingga kualitas ASI menurun dan tidak menutup kemungkinan untuk rusak. Walaupun ASI yang disimpan pada tempat ini dapat bertahan hingga 3 sampai 6 bulan tentunya tidak baik untuk kesehatan bayi.

Agar ASI dapat bertahan lama maka suhunya harus 18 derajat celcius. Namun apabila ingin menggunakan box pendingin maka ASI hanya dapat bertahan sebentar saja yaitu 24 jam, tetapi apabila lewat maka tidak dapat diberikan . Tetapi hal ini tentunya membantu ibu yang memerah ASI di luar rumah, dengan catatan harus diberikan secepat mungkin kepada bayi.

4. Memperhatikan jumlah ASI yang dimasukkan ke dalam wadah

Memperhatikan jumlah ASI yang dimasukkan ke dalam wadah juga sangat penting, sebaiknya jumlah yang disimpan sama dengan jumlah ASI yang dikonsumsi oleh si kecil. Oleh sebab itu Anda wajib memperhatikan pola makan pada bayi yang mengonsumsi ASI, hal ini sangat membantu Anda dalam mengurangi jumlah bakteri yang berpotensi masuk ke dalam ASI. Karena  dapat menekan risiko ASI tersisa dari botol yang telah disimpan, dapat mengetahui kebutuhan ASI si kecil sehingga dapat mencegah terjadinya gumoh pada anak karena terlalu kenyang, mengurangi risiko pemberian ASI secara berulang kali dan menghindari bakteri yang berasal dari mulut bayo akibat pemberian ulang ASI menggunakan botol yang sama. Hal ini tentunya membuat bayi berisiko besar terkena diare, dimana penyakit ini dapat mengancam nyawa anak, karena itu Anda harus benar-benar memperhatikan cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar.

5. Tidak mencampurkan ASI

Haram hukumnya jika Anda mencampurkan ASI yang beku dan ASI yang baru dalam satu wadah, hal ini tentunya tidaklah baik terutama untuk kesehatan bayi. Ada baiknya untuk menyimpannya secara terpisah serta agar tidak lupa maka berikan label pada wadah ASI. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesegaran ASI, tentunya ASI yang segar memiliki kualitas yang bagus sehingga baik dalam menjaga sistem imun anak. Semakin awal pemberian ASI maka semakin bagus pula, hal ini tentu saja sangat membantu apabila Anda menyimpan ASI dalam jumlah yang baik. Oleh sebab itu tulislah kapan ASI tersebut di perah dan kapan waktu pemberiannya, sehingga Anda dapat memberikan dalam waktu yang cepat. Inilah kumpulan cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar .