Monthly Archives: December 2017

Tanda Bayi Sudah Cukup Minum ASI

Tanda Bayi Sudah Cukup Minum ASI

Tanda Bayi Sudah Cukup Minum ASI memang tidak memberikan jawaban yang pasti apakah bayi dalam keadaan benar-benar cukup ASI atau tidak. Namun setidaknya tanda-tanda tersebut bisa digunakan sebagai bahan petimbangan bagi ibu, untuk memastikan bayinya sudah dalam keadaan yang cukup ASI. ASI merupakan sumber makanan yang sangat penting bagi bayi. Oleh karenanya kecukupan ASI pada bayi menjadi salah satu pembahasan yang cukup penting.


Bayi yang mendapatkan ASI dalam jumlah cukup akan memiliki pertumbuhan yang baik. Sisi baik tersebut dapat dilihat dari sisi fisik dan intelegensinya. Bayi yang kebutuhan ASInya dapat terpenuhi dengan baik akan memiliki intelegensi yang tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak. Selain itu sistem kekebalan tubuhnya pun akan sangat baik sehingga tidak mudah terserang ataupun tertular berbagai jenis penyakit.

Kita tidak pernah mengetahui berapa banyak ASI yang diminum oleh bayi ( Tips Cara Menyimpan ASI Perah yang Baik dan Benar ) terutama jika bayi menghisap ASI secara langsung dari payudara. Kita juga tidak mengetahui apakah saat menyusu bayi benar-benar menghisap ASI atau hanya sekedar menghisap puting saja. Oleh karena itu 15 Tanda Bayi Sudah Cukup Minum ASI dibawah ini akan membantu ibu untuk menebak apakah bayi sudah cukup ASI atau bahkan sebaliknya.

Kenaikan berat badan pada bayi   

Hal ini sudah menjadi hal yang sangat lumrah, dimana bayi yang mendapatkan ASI yang cukup biasanya akan memiliki kenaikan berat badan. Bayi yang baru lahir biasanya akan langsung ditimbang untuk mengetahui perkembangan berat badannya dari waktu ke waktu. Kebanyakan bayi baru lahir juga biasanya mengalami penurunan berat badan sebanyak 10%. Jika berat badan yang turun adalah 10%, penurunan tersebut masih dalam batas wajar. Namun jika lebih dari 10%, Bunda perlu mewaspadainya sebagai gejala kekurangan ASI.  Namun sebaliknya bayi yang memiliki kenaikan berat badan sebanyak 400 gram hingga 1kg perbulannya menandakan bahwa bayi tersebut sudah cukup ASI.

Jumlah diaper atau pampers basah

Semakin banyak meminum ASI tentunya menyebabkan semakin banyak pula air seni yang dikeluarkan oleh bayi. Menggunakan diaper basah sebagai salah satu cara mengetahui bayi cukup ASI merupakan cara yang tepat. Jumlah diaper basah pada bayi normal adalah 6 diaper per hari. Jika bayi Bunda menghabiskan 6 diaper per hari berarti bisa dikatakan jumlah ASI yang diminum bayi dalam keadaan cukup.

Warna feses bayi

Bayi yang meminum ASI dalam jumlah yang cukup akan memiliki warna feses kuning cerah dan cenderung encer. Berbeda dengan bayi yang meminum ASI, bayi yang meminum susu formula fesesnya akan berwarna hijau. Warna hijau ini dihasilkan dari kandungan sufor yang dimiliki susu formula. Berbeda lagi pada bayi yang mengonsumsi ASI dan susu formula, Bunda akan melihat warna hijau dan kuning tersebut pada feses bayi. ASI lebih gampang diserap oleh bayi oleh karena itu tidak banyak yang terbuang menjadi feses.

Jumlah feses bayi

Selain warna feses bayi, jumlah feses bayi juga menjadi hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Normalnya bayi akan feses sebanyak 1 kali dalam satu hari. Jika bayi sudah tidak mengeluarkan feses dalam jangwa waktu beberapa hari maka Bunda harus mewaspadai hal tersebut. Bisa jadi hal tersebut disebabkan karena bayi kekurangan ASI.

Menekan payudara ketika bayi menyusu

Cara ini dapat dilakukan oleh Bunda untuk mengetes apakah ASI benar-benar keluar dari payudara. Saat bayi menyusu Bunda bisa mencoba menekan pelan payudara ke arah puting. Jika payudara berisi ASI biasaya akan ada semburan ASI yang keluar dari puting saat ditekan. Hal tersebut tentunya akan mengganggu bayi saat menyusu. Jika tenyata bayi tidak terganggu dan memberikan respon yang tenang-tenang saja itu berarti payudara tidak mengeluarkan ASI sehingga dapat disimpulkan bahwa pada saat tersebut bayi menghisap payudara kosong.

Payudara ibu yang melunak

Saat ASI penuh, payudara akan mengencang dan terkadang hingga menimbulkan rasa sakit pada sang ibu. Namun setelah menyusui, payudara akan berubah menjadi melunak karena ASI yang ada di dalamnya sudah berkurang atau bahkan sudah kosong. Payudara yang melunak setelah menyusui dapat dijadikan sebagai tanda bahwa bayi mendapatkan ASI yang cukup.

Tertidur pulas setelah menyusu

Bayi yang kenyang biasanya akan tertidur dengan pulas. Bayi yang rewel menandakan bahwa bayi tersebut dalam keadaan lapar. Bayi yang tertidur pulas setelah menyusu menandakan bayi mendapatkan ASI yang cukup.

Bunyi saat menyusu

Biasanya saat bayi menyusu akan ada bunyi yang dikeluarkan. Setiap bayi memiliki bunyi yang berbeda saat menyusu. Jika ketika menyusu bayi hanya diam saja dan tidak mengeluarkan bunyi apapun maka Bunda harus segera mengecek bayi. Hal tersebut bisa terjadi karena tidak ada ASI yang keluar dari payudara sehingga hisapan bayi tidak mengeluarkan bunyi apapun.

Mata dan mulut bayi yang segar

Ketika medapatkan asupan ASI dalam keadaan yang cukup mata dan mulut bayi akan terlihat segar. Warna bibirnya pun akan menunjukkan warna kecerahan. Bayi yang sehat akan menunjukkan wajah yang sumringah dan tidak pucat. Jika Bunda melihat warna bibir bayi yang gelap dan cenderung pucat, segera susui bayi. Karena bisa saja hal tersebut disebabkan karena bayi kekurangan ASI.

Lebih cepat puas saat menyusu

Beberapa bayi akan menangis jadi dilepas dari payudara ibu saat menyusu meskipun durasi menyusu bayi sudah cukup lama. Hal ini bisa disebabkan karena bayi tidak dapat menghisap payudara dengan baik. Sebaliknya, bayi yang dapat menghisap ASI dengan baik akan lebih cepat puas dan tidak menangis dari payudara ibu.

Tidak merasakan sakit saat menyusui

Salah satu tanda yang juga dapat digunakan untuk memastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup saat menyusu adalah tidak ada rasa sakit yang dirasakan ibu saat menyusui. Ibu akan merasakan nyaman jika ASI yang dimilikinya cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi sehingga tidak merasakan rasa sakit saat menyusui. Dan yang terpenting, ibu juga cenderung akan merasakan kebahagiaan setelah dapat menyusui bayinya dengan baik.

Kulit bayi yang segar dan kencang

Bayi yang sehat tentunya akan memiliki kulit yang segar dan kencang. Hal tersebut juga akan sama pada bayi mendapatkan ASI dengan cukup. Bayi akan memiliki kulit dengan warna yang lebih cerah jika asupan ASInya cukup.

Adanya jeda waktu yang tepat saat menyusui

Bayi yang mendapatkan asupan ASI yang cukup akan cepat puas sehingga bayi juga dapat lebih pintar dalam mengambil jeda waktu yang tepat saat menyusu. Bayi akan dengan sigap berhenti menghisap ketika sudah waktunya istirahat dan kembali menghisap untuk melanjutkan kegiatan menyusunya. Hal ini juga disebabkan intelegensi yang baik saat bayi meminum ASI dalam jumlah yang lebih dari cukup. Demikian adalah 15 Tanda Bayi Sudah Cukup Minum ASI yang bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan oleh Bunda.

Tips Cara Memperbanyak ASI & Melancarkan ASI

Tips Agar ASI Banyak dan Lancar

Cara Memperbanyak ASI : Tips Agar ASI Banyak dan Lancar akan membantu Bunda memiliki ASI melimpah. Kebanyakan ibu menyusui akan memiliki rasa khawatir jika ternyata ASI yang dimilikinya tidak dapat mencukupi kebutuhan bayi. Karena tentunya jika hal ini terjadi bayi akan kekurangan sumber makanan utamanya. ASI adalah satu-satunya sumber makanan bagi bayi pada usia 0-6 bulan.


Pada masa ini, ibu wajib memberikan ASI secara eksklusif ( baca Manfaat dan Kandungan yang Terdapat Pada ASI Eksklusif. ) Masa ini juga akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang bayi hingga ia besar nanti. Bayi yang mendapatkan ASI ekslusif selama 6 bulan penuh akan memiliki pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Setelah 6 bulan, ASI akan terus diberikan sebagai makanan pendamping hingga bayi berusia 2 tahun.

Memiliki ASI yang tidak lancar tentunya akan membuat ibu merasa resah. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor misalnya kebiasaan menyusui yang salah dan juga keadaan psikologis ibu. Jika mengalami hal yang sama, Bunda tidak perlu khawatir. Karena ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat ASI banyak dan lancar. Berikut ini adalah 20 Tips Agar ASI Banyak dan Lancar.

Memijat payudara

Cara Memperbanyak ASI : Cara ini terbilang sangat mudah sekali, Bunda hanya perlu memijat payudara secara rutin setiap hari untuk membuat ASI menjadi banyak dan lancar. Biasanya pada masa awal menyusui ibu akan mengalami kendala dengan produksi ASInya yang sedikit. Kekhawatiran yang muncul pun dapat menyebabkan ibu menjadi stres karena khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan bayinya. Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memijat payudara. Bunda dapat mencoba untuk memijat payudara setiap malam sehabis menyusui. Memijat payudara akan membuat aliran ASI semakin lancar, akibatnya produksi ASI pun akan ikut lancar dan banyak.

Menyusui bayi 2 jam sekali

Cara Memperbanyak ASI : Perlu Bunda ketahui bahwa produksi ASI akan sangat tergantung pada jumlah permintaan. Itu berarti semakin banyak permintaan akan menyebabkan semakin banyak pula ASI yang diproduksi. menyusui bayi setiap 2 jam sekali tentunya akan membuat permintaan ASI semakin banyak. Dan tentunya produksi ASI yang banyak pun akan mengikutinya. Ada beberapa ibu yang membuat jadwal menyusui secara ketat sehingga ibu hanya mau menyusui pada waktu-waktu tertentu saja. Hal tersebut akan membuat produksi ASI semakin berkurang karena berkurangnya permintaan. Menyusui bayi 2 jam sekali merupakan cara yang tepat untuk memperbanyak produksi ASI.

Menyusui dengan bergantian

Cara Memperbanyak ASI : Bunda juga bisa mencoba untuk menyusui bayi secara bergantian yaitu dari puting kanan dan puting kiri. Tujuannya adalah agar ASI di kedua payudara dapat sama-sama habis dan kemudian terisi penuh kembali. Misalnya bayi sudah menyusu di payudara kanan selama 10 menit, selanjutnya Bunda bisa memindahkan bayi untuk menyusu di payudara kiri dalam waktu yang sama. Jika kedua payudara sama-sama kosong maka produksi ASI pun akan semakin meningkat untuk mengisi payudara yang kosong tersebut.

Posisi yang nyaman selama menyusui

Posisi menyusui yang nyaman akan membuat bayi semakin merasa nyaman untuk menyusu dalam waktu yang lama. Pastikan puting masuk ke dalam mulut bayi agar ASI dapat terpompa dengan sempurna. Bunda juga harus memastikan pipi bayi ada pada aerola agar aliran ASI menjadi lebih lancar. Jika aliran ASI sudah lancar, akibatnya produksi ASI pun akan ikut lancar dan banyak.

Meminum banyak air putih

Cara Memperbanyak ASI: Ibu yang menyusui akan membutuhkan lebih banyak cairan. Oleh karenanya ibu menyusui harus meminum banyak air putih agar tidak kekurangan cairan. Sebaiknya Bunda menyediakan botol khusus berisi air yang dekat dan dapat dibawa kemana-mana. Tujuannya adalah agar Bunda lebih mudah saat akan minum air putih sehingga tidak akan kekurangan cairan.

Menghindari stres atau tekanan

Keadaan psikologis ibu juga akan sangat mempengaruhi produksi ASI. Ibu yang stres dan tertekan cenderung akan memiliki produksi ASI yang sedikit. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda menghindari stres. Jika Bunda sudah merasa bosan atau penat sebaiknya Bunda meminta bantuan suami atau keluarga lainnya untuk gantian menjaga bayi sebentar agar Bunda bisa memiliki waktu sendiri untuk menghilangkan stres.

Kompres payudara dengan air hangat

Menurut sebuah penelitian terbukti bahwa payudara dapat merangsang ASI agar keluar dengan lebih lancar. Oleh karena itu, Bunda dapat mencoba cara ini untuk membuat ASI menjadi banyak dan lancar. Bagi ibu yang baru saja melahirkan memiliki produksi ASI yang sedikit merupakan hal yang wajar. Mengkompres payudara dengan air hangat secara rutin akan membantu memperlancar keluarnya ASI dari payudara.

Memberikan rangsangan pada puting

Puting susu merupakan bagian payudara yang sangat sensitif sekali terutama terhadap sentuhan. Memberikan rangsangan pada puting berupa pijitan kecil yang dilakukan perlahan akan memberikan rangsangan reflek oksitosin dan membuat payudara menghasilkan lebih banyak ASI.

Sering melakukan kontak langsung dengan kulit bayi

Kontak langsung dengan kulit bayi juga akan membuat produksi ASI menjadi lebih banyak. Kelenjar susu akan secara efektif terangsang dengan adanya sentuhan langsung dari kulit bayi. Cara ini merupakan salah satu cara mudah yang bisa dilakukan untuk merangsang produksi ASI, terutama bagi ibu yang baru saja melahirkan.

Menjaga asupan nutrisi

Ibu menyusui memerlukan banyak sekali nutrisi yang akan digunakan dalam produksi ASI. Pada akhirnya nutrisi tersebut tidak hanya dikonsumsi oleh ibu melainkan juga oleh bayi. Menjaga asupan nutrisi yang masuk menjadi salah satu hal yang paling penting. Salah satu caranya adalah dengan mengkonsumsi ( 25 Makanan Pelancar dan Penambah ASI ) banyak sayur dan buah-buahan. Bunda bisa memilih jenis buah yang kaya akan mineral dan air untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Selain itu Bunda juga harus mengkonsumsi sayuran yang banyak mengandung protein.

Hypno breast feeding

Cara ini juga dikenal cukup ampuh untuk membantu memperlancar produksi ASI dalam tubuh. Hypno breast feeding dilakukan dengan cara membayangkan ASI yang mengalir deras dari payudara. Dengan demikian ASI akan secara alami mengalir deras dengan sendirinya. Hypno breast feeding biasanya dilakukan dengan bantuan dari ahli hypno terapi.

Membuat ikatan batin yang lebih dekat dengan bayi

Sebenarnya ikatan batin antara bayi dan ibu akan secara alami terbentuk sejak bayi baru lahir. Namun hal ini juga perlu diperkuat seiring berjalannya waktu karena ikatan batin merupakan hal yang sangat perlu dijaga. Bunda bisa menjaganya dengan cara lebih mendekatkan diri dengan bayi. Ikatan batin dan kedekatan antara ibu dengan bayi juga akan mempengaruhi kelancaran produksi ASI pada ibu.

Banyak meminum air hangat

Cara Memperbanyak ASI: Air hangat memang sudah terbukti mampu merangsang produksi ASI. Ibu yang baru saja melahirkan dapat menggunakan cara ini untuk membantu merangsang ASI agar keluar dengan lancar. Memiliki ASI yang lancar dan banyak merupakan dambaan setiap ibu. demikian adalah Tips Agar ASI Banyak dan Lancar yang dapat Bunda coba di rumah.

Manfaat dan Kandungan yang Terdapat Pada ASI Eksklusif

Manfaat dan Kandungan yang Terdapat Pada ASI Eksklusif

Air susu ibu atau ASI adalah nutrisi yang paling baik untuk bayi bunda dibandingkan dengan asupan apapun. Memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan adalah hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan dengan baik serta dilakukan secara optimal. Namun memang terkadang ada beberapa kendala yang membuat seorang ibu akhirnya mencampurkan pemberian susu pada bayinya dengan susu formula. Padahal ASI memberikan begitu banyak manfaat untuk tumbuh kembang bayi bunda.

Kandungan Air Susu Ibu

Sebagai asupan nutrisi paling lengkap yang bisa didapatkan oleh seorang bayi dari ibunya maka kandungan dari ASI ini memang begitu banyak dan memberikan berbagai manfaat. Dengan kandungan tersebut maka seharusnya bayi bisa tumbuh dan berkembang secara maksimal hanya dari ASI yang diberikan ibunya secara eksklusif selama 6 bulan. Berikut beberapa kandungan yang terdapat dalam ASI bunda :

  • Karbohidrat dalam bentuk laktosa sangat berperan penting dalam memberikan energi pada otak
  • Protein jenis whey yang terkandung pada ASI jauh lebih tinggi dibandingkan dengan susu formula, begitu juga dengan kandungan kaseinnya. Sehingga memang akan lebih baik untuk memberikan ASI dibandingkan susu formula, apalagi protein dalam ASI juga berperan untuk pertumbuhan otak dan perkembangan usus
  • 87,5% dari ASI adalah air sehingga selama pemberian ASI eksklusif sebenarnya bayi tidak perlu diberikan lagi makanan atau minuman tambahan kecuali ada kondisi medis yang mengharuskan bayi bunda meminum obat tertentu atas saran dokter
  • Lemak pada ASI juga berfungsi untuk pertumbuhan otak yaitu omega 3 dan omega 6. Selain itu juga terdapat kandungan penting lainnya untuk otak yaitu ARA dan DHA
  • Kandungan vitamin dan mineral dalam ASI juga cukup banyak dan memberikan banyak manfaat terutama untuk vitamin E sebagai ketahanan sel darah merah dan vitamin A untuk metabolisme tubuh bayi bunda. Tidak hanya itu, ASI juga mengandung vitamin B, C dan asam folat untuk nutrisi otak
  • Karnitin adalah nutrisi yang berperan untuk membantu pembentukan energi serta mempertahankan metabolisme tubuh bayi

Manfaat Memberikan ASI Eksklusif

Pemberian ASI eksklusif memang tidak hanya bermanfaat bagi bayi tetapi juga bagi ibu. Apalagi dengan adanya kontak yang dilakukan secara terus-menerus maka ikatan batin antara ibu dan bayinya juga akan semakin kuat. Tentu hal tersebut sangat dibutuhkan dalam hubungan ibu dan bayinya. Sehingga sangat penting bagi bunda untuk mempersiapkan diri dalam memberikan ASI eksklusif bagi bayi bunda selama 6 bulan tanpa diberikan campuran makanan atau minuman lainnya.

Berikut beberapa manfaat yang didapatkan dengan memberikan ASI eksklusif pada bayi bunda :

  • Dengan adanya kandungan pada ASI dalam memberikan manfaat pada perkembangan otak maka bayi bunda akan semakin cerdas jika diberikan nutrisi dari ASI
  • Bayi bunda akan memiliki berat badan yang ideal karena memang jumlah ASI yang keluar sesuai dengan kebutuhan bayi pada usianya masing-masing, selain itu sistem metabolismenya juga dibantu dengan nutrisi yang ada pada ASI
  • Bayi yang diberikan ASI eksklusif akan memiliki kekuatan tulang yang lebih dibandingkan dengan bayi tidak ASI
  • Bagi ibu berat badan yang naik selama masa kehamilan bisa segera menyusut karena sebenarnya menyusui juga membakar kalori di dalam tubuhnya
  • Menyusui dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin atau kebahagiaan sehingga stress bunda juga bisa hilang
  • Mengurangi risiko bunda terkena kanker payudara dan ovarium serta mengurangi pendarahan pada rahim yang terjadi pasca melahirkan
  • Bisa menjadi KB alami karena proses ovulasi akan terhambat dengan pemberian Asi secara eksklusif
  • Sistem kekebalan tubuh yang dimiliki bayi bunda akan semakin kuat dengan berbagai nutrisi ASI yang diberikan. Apalagi pada bayi biasanya rentan terkena serangan virus dan bakteri, dengan pemberian ASI dengan baik maka bunda bisa meminimalkan adanya serangan tersebut yang akhirnya mengganggu kesehatan bayi
  • Meminimalkan adanya sindrom bayi yang mati mendadak saat sedang tidur
  • Membantu mempercepat proses pengembalian bentuk rahim menjadi seperti semula, sehingga juga akan menjaga kesehatan rahim bunda

Dari sekian banyak manfaat yang bisa bunda dapatkan dari memberikan ASI eksklusif pada bayi maka sebenarnya tidak ada kerugian baik bagi bayi maupun bunda sendiri. Jika memang ASI susah keluar hal tersebut bergantung pada asupan nutrisi  yang bunda konsumsi setiap harinya. Maka untuk bisa memberikan asupan ASI dengan baik maka bunda bisa mempersiapkannya sejak awal dengan memperhatikan asupan yang membantu produksi ASI selama masa kehamilan. Selain itu, tetap merangsang produksi ASI dengan tetap menyusui anak adalah solusi yang tepat, begitu juga dengan dukungan bapak ASI yang sangat penting dalam fase ini.

Cara Memberikan ASI yang Baik dan Benar

Terkadang masalah yang muncul adalah sulitnya ASI keluar apalagi untuk bunda yang baru memiliki anak pertama. Namun bisa juga hal tersebut terjadi karena cara pemberian ASI yang dilakukan selama ini kurang tepat. Sangat penting untuk memperhatikan berbagai hal dengan baik dan benar dalam memberikan ASI pada bayi bunda. Tidak perlu khawatir karena semua orang tentu membutuhkan waktu untuk belajar, begitu juga dengan bayi bunda yang butuh waktu menyesuaikan diri dengan segala kondisi tersebut.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian ASI pada bayi :

  • Perhatikan posisi yang dilakukan misalnya digendong atau berbaring miring, tergantung bagaimana posisi yang dianggap bunda dan bayi akan merasa nyaman
  • Memastikan posisi kepala bayi tepat dan dagunya menempel dengan bunda dengan seluruh badan bayi juga menghadap pada bunda
  • Sangat dianjurkan tangan ibu yang bebas tidak memegang bayi mengelus-elus bayi sehingga bayi bunda akan merasa nyaman serta lebih tenang
  • Jika memang produksi ASI bunda cukup banyak daripada terbuang percuma, maka bisa dilakukan perah ASI dan dilakukan penyimpanan khusus sesuai aturan penyimpanannya. Hal tersebut juga bisa membantu untuk merangsang produksi ASI bunda
  • Pastikan untuk bayi baru lahir bunda memberikan ASI setiap dua jam sekali dan kemudian sesuai kebutuhan atau sekehendak bayi bunda. Sehingga bayi yang memang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan tidur tidak akan sampai kekurangan nutrisi yang menyebabkan tumbuh kembangnya terganggu atau terjadi gangguan kesehatan tidak diinginkan

Bunda perlu memperhatikan berbagai hal terkait menyusui dengan baik dan benar. Kenyamanan antara ibu dan bayi menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan agar produksi Asi bisa keluar banyak dan bayi juga tidak rewel. Dukungan seorang ayah menjadi salah satu faktor yang juga menentukan keberhasilan pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan. Maka para suami jangan lupa untuk terus mendukung dan mendampingi sang istri memberikan ASI yang mungkin terlihat sepele tetapi membutuhkan perjuangan luar biasa. Sehingga dukungan tersebut juga sangat dibutuhkan dan sangat mempengaruhi tingkat keberhasilannya sampai 6 bulan.

Tips Cara Menyimpan ASI Perah yang Baik dan Benar

Cara Menyimpan ASI Perah yang Baik dan Benar : Tentunya sangat membingungkan jika harus bekerja saat menyusui, namun terdapat cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar sehingga ibu dapat bekerja dengan tenang dan si kecil tidak rewel karena kehausan. Hal ini tentunya sangat efektif dibandingkan harus memberikan anak susu formula, sebab ASI merupakan minuman yang baik dikonsumsi oleh bayi.

Baby bottles with days of the week on adhesive notes

Namun masih banyak ibu yang belum mengetahui bagaimana cara menyimpan ASI, sebab hal ini memberikan pengaruh yang besar terhadap kualitas ASI. Karena itu Anda tidak dapat asal dan sembarangan dalam menyimpannya, sebab ASI perah memiliki risiko tinggi terkena kontaminasi bakteri. Hal ini tentunya memberikan pengaruh yang besar terhadap kesehatan bayi, apalagi sistem imun bayi sangatlah rendah.

Sehingga tidak menutup kemungkinan jika si kecil dapat terkena penyakit berbahaya, tentunya hal ini tidak diinginkan oleh setiap ibu. Karena itu dalam menyimpan ASI perah haruslah steril agar terhindar dari kuman, apabila menggunakan bantuan alat pompa. Maka bersihkan dulu alat tersebut dan tidak lupa pula untuk mencuci tangan.

Menjaga kebersihan wadah penyimpanan

Kebersihan merupakan hal yang utama yang harus dijaga saat memerah ASI, terutama dalam menjaga kebersihan wadah penyimpanan ASI. Wadah penyimpanan ASI juga dapat Anda gunakan botol kaca, botol plastik yang tidak mengandung bahan berbahaya, atau kemasan plastik khusus untuk ASI. Namun hindarilah penggunaan kemasan plastik yang digunakan untuk keperluan sehari-hari karena tingkat risiko terkontaminasi bakterinya sangat besar. Karena itu sterilkan terlebih dahulu tempat tersebut dengan membekukannya, kemudian rendam pada air panas mendidih selama 5 hingga 10 menit. Atau dapat juga menggunakan alat sterilisasi yang berbentuk elektrik, namun pada saat proses sterilisasi Anda harus perhatikan juga ketahanan wadah penyimpanan. Terutama pada botol kaca yang nanti akan direndam pada air yang mendidik karena berisiko besar untuk pecah, serta tidak lupa pula menjaga kebersihan tangan pada saat memerah dan menyimpan ASI agar tidak terkena bakteri. Oleh sebab itu cuci tangan menggunakan sabun walaupun menggunakan pompa dan mencuci wadah penyimpanan sebelum disterilkan. Apabila ingin membekukan ASI maka segeralah masukkan ke dalam lemari pembeku, tetapi jangan isi penuh karena ASI akan mengembang pada saat membeku. Namun apabila menggunakan kemasan plastik maka tinggi risikonya untuk rusak, oleh sebab itu letakkan lagi ke dalam kotak kemasan sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Serta jangan lupa untuk memberikan label yang berisi tanggal saat ASI diperah, sehingga dapat mengonsumsi ASI yang telah lama diperah.

Memperhatikan waktu penyimpanan

Memperhatikan waktu penyimpanan merupakan cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar, karena itu sesuaikan penyimpanan ASI dengan penggunaannya. Apabila ASI tersebut digunakan untuk beberapa hari ke depan maka masukkan saja ke dalam kulkas agar tidak beku. ASI perah dapat bertahan lama tergantung pada suhunya, apabila meletakkan pada suhu 25 derajat celcius maka ASI hanya dapat bertahan 6 jam. Apabila ingin bertahan 24 jam maka simpan pada kotak pendingin ditambah dengan kantung es, jika ingin bertahan hingga 5 hari maka letakkan pada lemari pendingin dengan suhu 4 derajat celcius. Apabila ingin bertahan 6 bulan maka letakkan di freezzer pada suhu 18 derajat celcius di bawha titik beku 0 derajat, apabila Anda berencana membekukan ASI maka dapat kehilangan zat penting yang mampu mencegah infeksi pada bayi. Semakin lama waktu penyimpanan maka semakin banyak pula kandungan vitamin C yang hilang. Namun jika dibandingkan dengan susu formula maka ASI perah masih lebih baik.

Memilih tempat penyimpanan

Tempat penyimpanan merupakan hal utama yang harus diperhatikan oleh ibu, sebab tempat ini menentukan apakah ASI tersebut dapat diberikan kepada anak atau tidak. Beberapa tempat penyimpanan yang umumnya digunakan adalah lemari es, freezer, dan box pendingin. Apabila menggunakan lemari es maka aturlah suhu minimal 4 derajat celcius, dengan suhu seperti ini maka ASI dapat bertahan hingga 5 hari. Lemari es merupakan tempat yang bagus karena mampu mempertahannya kesegaran ASI, namun apabila suhu kurang dari 4 derajat celcius maka ASI hanya dapat bertahan hingga 3 hari.

Serta letakkan ASI pada tempat khusus, jangan diletakkan pada pintu karena dapat mudah terjatuh. Namun apabila Anda dalam keadaan mendesak maka gunakan saja frezeer yang merupakan alternatif terakhir. Sebab ASI yang disimpan pada tempat ini dapat mengurangi senyawa anti-bodinya sehingga kualitas ASI menurun dan tidak menutup kemungkinan untuk rusak.

Walaupun ASI yang disimpan pada tempat ini dapat bertahan hingga 3 sampai 6 bulan tentunya tidak baik untuk kesehatan bayi. Agar ASI dapat bertahan lama maka suhunya harus 18 derajat celcius. Namun apabila ingin menggunakan box pendingin maka ASI hanya dapat bertahan sebentar saja yaitu 24 jam, tetapi apabila lewat maka tidak dapat diberikan . Tetapi hal ini tentunya membantu ibu yang memerah ASI di luar rumah, dengan catatan harus diberikan secepat mungkin kepada bayi.

Memperhatikan jumlah ASI yang dimasukkan ke dalam wadah

Memperhatikan jumlah ASI yang dimasukkan ke dalam wadah juga sangat penting, sebaiknya jumlah yang disimpan sama dengan jumlah ASI yang dikonsumsi oleh si kecil. Oleh sebab itu Anda wajib memperhatikan pola makan pada bayi yang mengonsumsi ASI, hal ini sangat membantu Anda dalam mengurangi jumlah bakteri yang berpotensi masuk ke dalam ASI. Karena  dapat menekan risiko ASI tersisa dari botol yang telah disimpan, dapat mengetahui kebutuhan ASI si kecil sehingga dapat mencegah terjadinya gumoh pada anak karena terlalu kenyang, mengurangi risiko pemberian ASI secara berulang kali dan menghindari bakteri yang berasal dari mulut bayo akibat pemberian ulang ASI menggunakan botol yang sama. Hal ini tentunya membuat bayi berisiko besar terkena diare, dimana penyakit ini dapat mengancam nyawa anak, karena itu Anda harus benar-benar memperhatikan cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar.

Tidak mencampurkan ASI

Haram hukumnya jika Anda mencampurkan ASI yang beku dan ASI yang baru dalam satu wadah, hal ini tentunya tidaklah baik terutama untuk kesehatan bayi. Ada baiknya untuk menyimpannya secara terpisah serta agar tidak lupa maka berikan label pada wadah ASI. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesegaran ASI, tentunya ASI yang segar memiliki kualitas yang bagus sehingga baik dalam menjaga sistem imun anak. Semakin awal pemberian ASI maka semakin bagus pula, hal ini tentu saja sangat membantu apabila Anda menyimpan ASI dalam jumlah yang baik. Oleh sebab itu tulislah kapan ASI tersebut di perah dan kapan waktu pemberiannya, sehingga Anda dapat memberikan dalam waktu yang cepat. Inilah kumpulan cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar .

25 Makanan Pelancar dan Penambah ASI

Makanan Pelancar dan Penambah ASI

Makanan Penambah ASI : ASI eksklusif merupakan sumber makanan paling utama untuk bayi sebelum ia berusia 6 bulan. Tetapi, banyak sekali wanita, terlebih lagi yang baru saja melahirkan, tidak mau memberikan ASI eksklusif  tersebut. Padahal tahukah Bunda bahwa ASI eksklusif sangatlah penting. Nah, di bawah ini ada berbagai makanan pelancar/penambah/penyubur ASI.

Kacang almond


Selain gurih, ternyata kacang almond merupakan salah satu makanan dalam melancarkan ASI Bunda. Kandaungan kalsium di dalamnya sangat baik dalam meningkatkan kualitas ASI. Oleh sebab itu, Bunda akan dengan mudah mencukupi kebutuhan ASI kepada bayi.

Edamame, makanan untuk penambah ASI


Kandungan di dalam edamame juga sangat baik dalam menambah ASI Bunda. Nah, kandungan- kandungan tersebut diantaranya adalah :

  • Vitamin C
  • Vitamin K
  • Asam folat
  • Kalium
  • Fosfor
  • Magnesium
  • Zat besi
  • riboflavin

Pepaya


Buah pepaya termasuk dalam kelompok makanan yang dapat memperbanyak ASI, karena kandungannya yang terdiri dari 50% kalium dan 33% vitamin yang lebih banyak dibandingkan kandungan yang terdapat pada buah jeruk. Kandungan kalium tersebut sangat bagus untuk memenuhi kebutuhan kalium saat masa menyusui. Karena, jika kekurangan kalium didalam tubuh akan berpotensi terjadi depresi. Sedangkan seharusnya kondisi Bunda yang sedang menyusui harus stabil.

Bayam


Sayur yang kaya akan manfaat ini sangat bagus bagi Bunda yang menyusui, bayam memiliki kandungan enzim yang disebut phytoestrogens. Enzim tersebut umumnya juga terdapat pada sayuran hijau lainnya.

Sup khusus untuk menambah ASI


Sup yang dapat berperan untuk memperbanyak ASI adalah sup yang terdiri dari daging ayam ataupun ikan. Kuah yang terdapat pada sup bermanfaat untuk menambah cairan dalam tubuh Bunda yang akan menyusui. Daging ayam atau ikan memiliki kandungan protein yang tinggi yang juga bagus bagi kondisi Bunda yang menyusui.

Asparagus


Selain bermanfaat untuk diet, kandungan gizi yang terkandung didalamnya juga bagus untuk Bunda menyusui. Terutama asparagus memiliki asam folatnya yang sangat tinggi. Pegolahannya pun mudah, asparagus tersebut dapat dimasak seperti sup dan dikonsumsi saat waktu makan siang ataupun ketika makan malam.

Wortel


Selanjutnya ada sayuran wortel, seperti yang kita ketahui wortel kaya akan vitamin A yang tinggi. Selain itu wortel mengandung enzim phytoestrogens yang bermanfaat untuk memproduksi banyak ASI. Untuk memperoleh manfaat tersebut ibu dapat meminum 1 gelas jus wortel sebelum jam makan siang dengan begitu Bunda dapat memproduksi ASI pada sore harinya.

Habbatunssauda (Jinten Hitam)


Kandungan di dalam minyak habbatussauda sangat bermanfaat dalam melancarkan peredaran ASI. Bukan hanya itu saja, habbatussauda juga dapat menjaga stamina Bunda dalam menyusui sang buah hati.

Semangka

Khasiat dari semangka sangat baik dalam memenuhi kebutuhan akan vitamin A Bunda dalam menyusui. Banyaknya kadar air di dalam buah semangka juga dalam menjaga asupan cairan dalam tubuh. Selain kaya akan vitamin A, semangkan juga kaya akan vitamin C, asam folat, serta kalium.

Daun katuk


Komposisi kalium, fosfor, dan protein yang terdapat dalam daun katuk sangat baik dalam memperlancar ASI. Para Bunda yang ada di rumah dapat mengolahnya menjadi sayur bening, juga dapat ditambah dengan jagung, supaya rasanya lebih nikmat.

Kacang hijau


Kacang hijau selain dapat menstimulus hormon oksitosin, ternyata juga mempunyai vitamin B1 atau kadar tiamin yang dapat mengubah karbohidrat menjadi sebuah energi. Hal ini dikarenakan Bunda yang sedang menyusui membutuhkan energi yang lebih besar jika dibandingkan ketika hamil.

Jambu air


Bukan hanya tinggi akan vitamin C, A, zat besi, dan fosfor. Jambu air juga  bagus untuk melengkapi kebutuhan kalsium yang berperan untuk meningkatkan saraf dan otot. Vitamin A yang terkandung didalam buat berguna sebagai perlindungan pada sistem kekebalan tubuh sang bayi serta meningkatkan ketahanan pada infeksi.

Daun pepaya


Rasanya yang pahit cenderung membuat banyak orang tidak terlalu menyukainya. Padahal, daun pepaya dapat menjadi solusi untuk mempelancarkan ASI. Umumnya daun pepaya akan lebih nikmat jika dikonsumsi dengan cara ditumis ataupun direbus yang disantap bersama sambal terasi.

Buah Pare


Rasanya hampir persis dengan daun pepaya, pare mempunyai kandungan anti oksidan dan vitamin C. Dan tahukah Bunda bahwa pare sangat bermanfaat untuk Bunda yang menyusui sang buah hati.

Labu siam


Ketika Bunda mengkonsumsi labu siam yang cukup ketika sedang menyususi sang bayi, maka dapat membantu perkembangan jaringan pada tubuh bayi. Selain itu juga sangat bermanfaat dalam pembentukan hemoglobin dalam darah.

Ikan salmon


Makanan yang satu ini banyak sekali kandungan lemak DHA, sehingga sangat baik dalam perkembangan saraf bayi.

Kacang-kacangan


Kacang-kacangan, terlebih lagi kacang hitam atau kacang merah selain diperkaya akan zat besi, ternyata juga memiliki kandungan protein non hewani cukup tinggi. Untuk itu, Bunda dapat mengkonsumsinya dalam seminggu sebanyak 3 kali atau lebih. Hal ini dikarenakan makanan yang satu ini sangat baik dikonsumsi untuk ASI.

Blueberry


Blueberry kaya akan antioksidan sehingga bisa terpenuhinya jus atau porsi buah untuk Bunda menyusui. Bukan hanya itu saja, Blueberry adalah salah satu buah yang kaya akan mineral dan vitamin serta karbohidrat dalam menjaga energi sang Bunda.

Daging sapi


Daging sapi, terutama daging tanpa lemak bisa mengoptimalkan energi sang Bunda terlebih lagi ketika sedang menyusui sang buah hati.

Beras merah


Terkadang ada sebagian Bunda yang telah melahirkan berupaya untuk menurunkan berat badan, padahal berat badan yang menurun akan dapat menurunnya produksi dari ASI tersebut. Dengan begitu sang Bunda akan mengalami lesu dan letih. Salah satu yang dapat menjaga kebugaran dalam masa menyusui adalah dengan mengkonsumsi beras merah.

Jeruk


Selain sangat mudah untuk ditemukan, jeruk juga dapat menjaga daya tahan Bunda menyusui. Konsumsilah jeruk setiap hari agar kondisi fisik tetap prima. Bunda juga dapat menikmatinya dengan dibuat menjadi olahan lain, seperti jus.

Roti gandum


Kebutuhan akan asam folat dan zat besi dalam ASI juga bisa Bunda temukan pada roti gandum. Selain terdapat kandungan zat besi dan asam folat, ternyata di dalam roti gandum kaya akan serat juga.

Telur


Telur tentunya sudah sangat familiar didengar, khasiat telur adalah dapat bermanfaat untuk pertumbuhan tulang bayi.

Oatmeal


Oatmeal merupakan salah satu makanan yang dapat memperbanyak ASI. Bahkan, oatmeal dapat menjaga tekanan darah, mengurangi kolesterol, dan dapat memicu hormon oxytocin. Ketika Bunda mengkonsumsinya dengan teratur, maka dapat memberikan dampak positif.

Kurma


Bunda tidak perlu menanti kurma pada bulan puasa saja, tetapi kenikmatan kurma dapat juga dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam memperbanyak produksi ASI. Rasa legit dan manis tentunya sangat cocok di lidah.

Demikianlah pembahasan mengenai makanan pelancar/penambah/penyubur ASI.

Cara Menyimpan ASI Perah yang Baik dan Benar

Cara Menyimpan ASI Perah yang Baik dan Benar

Cara Menyimpan ASI : Tentunya sangat membingungkan jika harus bekerja saat menyusui, namun terdapat cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar sehingga ibu dapat bekerja dengan tenang dan si kecil tidak rewel karena kehausan. Hal ini tentunya sangat efektif dibandingkan harus memberikan anak susu formula, sebab ASI merupakan minuman yang baik dikonsumsi oleh bayi. Namun masih banyak ibu yang belum mengetahui bagaimana cara menyimpan ASI, sebab hal ini memberikan pengaruh yang besar terhadap kualitas ASI. Karena itu Anda tidak dapat asal dan sembarangan dalam menyimpannya, sebab ASI perah memiliki risiko tinggi terkena kontaminasi bakteri. Hal ini tentunya memberikan pengaruh yang besar terhadap kesehatan bayi, apalagi sistem imun bayi sangatlah rendah. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika si kecil dapat terkena penyakit berbahaya, tentunya hal ini tidak diinginkan oleh setiap ibu. Karena itu dalam menyimpan ASI perah haruslah steril agar terhindar dari kuman, apabila menggunakan bantuan alat pompa. Maka bersihkan dulu alat tersebut dan tidak lupa pula untuk mencuci tangan.

1. Menjaga kebersihan wadah penyimpanan

Kebersihan merupakan hal yang utama yang harus dijaga saat memerah ASI, terutama dalam menjaga kebersihan wadah penyimpanan ASI. Wadah penyimpanan ASI juga dapat Anda gunakan botol kaca, botol plastik yang tidak mengandung bahan berbahaya, atau kemasan plastik khusus untuk ASI. Namun hindarilah penggunaan kemasan plastik yang digunakan untuk keperluan sehari-hari karena tingkat risiko terkontaminasi bakterinya sangat besar. Karena itu sterilkan terlebih dahulu tempat tersebut dengan membekukannya, kemudian rendam pada air panas mendidih selama 5 hingga 10 menit.

Atau dapat juga menggunakan alat sterilisasi yang berbentuk elektrik, namun pada saat proses sterilisasi Anda harus perhatikan juga ketahanan wadah penyimpanan. Terutama pada botol kaca yang nanti akan direndam pada air yang mendidik karena berisiko besar untuk pecah, serta tidak lupa pula menjaga kebersihan tangan pada saat memerah dan menyimpan ASI agar tidak terkena bakteri.

Oleh sebab itu cuci tangan menggunakan sabun walaupun menggunakan pompa dan mencuci wadah penyimpanan sebelum disterilkan. Apabila ingin membekukan ASI maka segeralah masukkan ke dalam lemari pembeku, tetapi jangan isi penuh karena ASI akan mengembang pada saat membeku. Namun apabila menggunakan kemasan plastik maka tinggi risikonya untuk rusak, oleh sebab itu letakkan lagi ke dalam kotak kemasan sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Serta jangan lupa untuk memberikan label yang berisi tanggal saat ASI diperah, sehingga dapat mengonsumsi ASI yang telah lama diperah.

2. Memperhatikan waktu penyimpanan

Memperhatikan waktu penyimpanan merupakan cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar, karena itu sesuaikan penyimpanan ASI dengan penggunaannya. Apabila ASI tersebut digunakan untuk beberapa hari ke depan maka masukkan saja ke dalam kulkas agar tidak beku. ASI perah dapat bertahan lama tergantung pada suhunya, apabila meletakkan pada suhu 25 derajat celcius maka ASI hanya dapat bertahan 6 jam. Apabila ingin bertahan 24 jam maka simpan pada kotak pendingin ditambah dengan kantung es, jika ingin bertahan hingga 5 hari maka letakkan pada lemari pendingin dengan suhu 4 derajat celcius. Apabila ingin bertahan 6 bulan maka letakkan di freezzer pada suhu 18 derajat celcius di bawha titik beku 0 derajat, apabila Anda berencana membekukan ASI maka dapat kehilangan zat penting yang mampu mencegah infeksi pada bayi. Semakin lama waktu penyimpanan maka semakin banyak pula kandungan vitamin C yang hilang. Namun jika dibandingkan dengan susu formula maka ASI perah masih lebih baik.

3. Memilih tempat penyimpanan

Tempat penyimpanan merupakan hal utama yang harus diperhatikan oleh ibu, sebab tempat ini menentukan apakah ASI tersebut dapat diberikan kepada anak atau tidak. Beberapa tempat penyimpanan yang umumnya digunakan adalah lemari es, freezer, dan box pendingin. Apabila menggunakan lemari es maka aturlah suhu minimal 4 derajat celcius, dengan suhu seperti ini maka ASI dapat bertahan hingga 5 hari. Lemari es merupakan tempat yang bagus karena mampu mempertahannya kesegaran ASI, namun apabila suhu kurang dari 4 derajat celcius maka ASI hanya dapat bertahan hingga 3 hari.

Serta letakkan ASI pada tempat khusus, jangan diletakkan pada pintu karena dapat mudah terjatuh. Namun apabila Anda dalam keadaan mendesak maka gunakan saja frezeer yang merupakan alternatif terakhir. Sebab ASI yang disimpan pada tempat ini dapat mengurangi senyawa anti-bodinya sehingga kualitas ASI menurun dan tidak menutup kemungkinan untuk rusak. Walaupun ASI yang disimpan pada tempat ini dapat bertahan hingga 3 sampai 6 bulan tentunya tidak baik untuk kesehatan bayi.

Agar ASI dapat bertahan lama maka suhunya harus 18 derajat celcius. Namun apabila ingin menggunakan box pendingin maka ASI hanya dapat bertahan sebentar saja yaitu 24 jam, tetapi apabila lewat maka tidak dapat diberikan . Tetapi hal ini tentunya membantu ibu yang memerah ASI di luar rumah, dengan catatan harus diberikan secepat mungkin kepada bayi.

4. Memperhatikan jumlah ASI yang dimasukkan ke dalam wadah

Memperhatikan jumlah ASI yang dimasukkan ke dalam wadah juga sangat penting, sebaiknya jumlah yang disimpan sama dengan jumlah ASI yang dikonsumsi oleh si kecil. Oleh sebab itu Anda wajib memperhatikan pola makan pada bayi yang mengonsumsi ASI, hal ini sangat membantu Anda dalam mengurangi jumlah bakteri yang berpotensi masuk ke dalam ASI. Karena  dapat menekan risiko ASI tersisa dari botol yang telah disimpan, dapat mengetahui kebutuhan ASI si kecil sehingga dapat mencegah terjadinya gumoh pada anak karena terlalu kenyang, mengurangi risiko pemberian ASI secara berulang kali dan menghindari bakteri yang berasal dari mulut bayo akibat pemberian ulang ASI menggunakan botol yang sama. Hal ini tentunya membuat bayi berisiko besar terkena diare, dimana penyakit ini dapat mengancam nyawa anak, karena itu Anda harus benar-benar memperhatikan cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar.

5. Tidak mencampurkan ASI

Haram hukumnya jika Anda mencampurkan ASI yang beku dan ASI yang baru dalam satu wadah, hal ini tentunya tidaklah baik terutama untuk kesehatan bayi. Ada baiknya untuk menyimpannya secara terpisah serta agar tidak lupa maka berikan label pada wadah ASI. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesegaran ASI, tentunya ASI yang segar memiliki kualitas yang bagus sehingga baik dalam menjaga sistem imun anak. Semakin awal pemberian ASI maka semakin bagus pula, hal ini tentu saja sangat membantu apabila Anda menyimpan ASI dalam jumlah yang baik. Oleh sebab itu tulislah kapan ASI tersebut di perah dan kapan waktu pemberiannya, sehingga Anda dapat memberikan dalam waktu yang cepat. Inilah kumpulan cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar .